ACEH TIMUR – Selasa, 28 Juli 2026. Pejuang banjir Aceh Timur, Dedi Saputra, S.H., mendesak pemerintah agar segera menuntaskan penyaluran bantuan bagi korban banjir yang hingga kini masih belum selesai. Menurutnya, perhatian pemerintah seharusnya lebih difokuskan pada penderitaan masyarakat daripada larut dalam polemik yang tidak menyentuh kebutuhan warga.
Dedi menegaskan, ribuan warga terdampak banjir telah terlalu lama menunggu kepastian bantuan. Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata agar masyarakat tidak terus hidup dalam ketidakpastian.

“Jangan terus sibuk membahas persoalan Dun Belanda. Yang lebih penting saat ini adalah menyelesaikan bantuan banjir yang masih menjadi harapan masyarakat Aceh Timur,” ujar Dedi.
Ia juga mengingatkan pernyataan Hendrika Saputra saat aksi demonstrasi banjir di Pendopo Bupati Aceh Timur. Menurut Dedi, jangan sampai kekhawatiran tersebut benar-benar terjadi, yakni masyarakat kembali menghadapi banjir berikutnya sementara bantuan banjir sebelumnya belum juga tuntas disalurkan.
“Jangan sampai memasuki tahun 2027 atau bahkan terjadi banjir lagi, bantuan banjir yang lama masih belum selesai. Masyarakat sudah sangat lelah, menderita, dan banyak yang kehilangan mata pencaharian. Kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan,” katanya.
Dedi meminta pemerintah segera mempercepat proses pencairan bantuan agar tidak menimbulkan kekecewaan yang lebih besar di tengah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa daerah lain seperti Langsa, Aceh Tamiang dan Pidie jaya telah lebih dahulu menyelesaikan penyaluran bantuan kepada korban banjir.
Menurutnya, apabila penyelesaian bantuan terus berlarut-larut tanpa kepastian, bukan tidak mungkin akan muncul aksi lanjutan dari masyarakat yang menuntut hak mereka.
“Pemerintah harus hadir dan memberikan kepastian. Jangan biarkan masyarakat terus menunggu tanpa kejelasan,” tegas Dedi.(**)









