Menu

Mode Gelap
*TEUNGKU RAJU, ANAK 17 TAHUN YANG DITAHAN USAI KERUSUHAN MEI 1998 DI ACEH* *KAPOLRES ACEH SINGKIL HIMBAU WARGA HINDARI NARKOBA, JUDOL DAN PINJOL* *”Jangan Rusak Masa Depanmu Dengan Hal Yang Merugikan”* Semarakkan Semangat HUT RI ke-81, Polres Aceh Singkil Gelar Berbagai Lomba Kebersamaan* HUT Pramuka ke-65, Dandim 0109/Aceh Singkil: “Pramuka Garda Terdepan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045″* Jumat Barokah, Polres Aceh Tengah Kembali Gelar Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan untuk Warga Korban Kebakaran di Jagong Jeget Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Bullying Siswa SMK Dihentikan, Korban dan Pelaku Sepakat Berdamai.

NASIONAL

*TEUNGKU RAJU, ANAK 17 TAHUN YANG DITAHAN USAI KERUSUHAN MEI 1998 DI ACEH*

badge-check

Screenshot 20260816 110218

*BANDA ACEH* – Nama Teungku Raju mungkin tidak setenar tokoh-tokoh nasional. Tapi bagi sebagian orang Aceh, namanya lekat dengan kenangan kelam Mei 1998. Saat itu, ia masih duduk di bangku SMA. Usianya baru 17 tahun.

Foto lamanya kembali viral: seorang remaja dengan seragam putih-hitam, dasi rapi, dan ikat kepala merah bertuliskan “REFERENDUM”. Di bawah fotonya tertulis headline “Teungku Raju usia 17 tahun ditahan karena dianggap menjadi dalang kerusuhan 1998 mei di aceh.”

Mei 1998 adalah bulan yang mengguncang Indonesia. Di Jakarta, Soeharto tumbang. Di daerah, gelombang reformasi juga terasa. Di Aceh, mahasiswa dan pelajar turun ke jalan. Mereka menuntut keadilan, demokrasi, dan referendum.

Dalam situasi panas itu, aparat keamanan menangkap sejumlah orang yang dianggap provokator. Salah satunya Teungku Raju. Dengan usia yang masih belia, ia harus mendekam karena dituduh menjadi dalang kerusuhan.

Ikat kepala “REFERENDUM” yang ia pakai saat itu menjadi simbol. Simbol keberanian anak muda yang berani bersuara di tengah tekanan.

Kini, 28 tahun berlalu. Kisah Teungku Raju mengingatkan kita: sejarah Aceh tidak bisa dipisahkan dari suara anak muda. Mereka turun ke jalan bukan karena anarkis, tapi karena ingin didengar.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting. Bahwa perbedaan pendapat harus dijawab dengan dialog, bukan represi. Bahwa usia muda bukan alasan untuk membungkam.

_”Sejarah adalah guru terbaik. Jangan lupakan, agar kita tidak mengulanginya.”_

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

*KAPOLRES ACEH SINGKIL HIMBAU WARGA HINDARI NARKOBA, JUDOL DAN PINJOL* *”Jangan Rusak Masa Depanmu Dengan Hal Yang Merugikan”*

15 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Semarakkan Semangat HUT RI ke-81, Polres Aceh Singkil Gelar Berbagai Lomba Kebersamaan*

14 Agustus 2026 - 21:17 WIB

HUT Pramuka ke-65, Dandim 0109/Aceh Singkil: “Pramuka Garda Terdepan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045″*

14 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Jumat Barokah, Polres Aceh Tengah Kembali Gelar Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan untuk Warga Korban Kebakaran di Jagong Jeget

14 Agustus 2026 - 18:50 WIB

IMG 20260814 WA0265

Diduga Material Bermasalah, Proyek Jalan Kayu Menang Rp22 Miliar Jadi Sorotan: Sesuai Spesifikasi atau Asal Jadi?

13 Agustus 2026 - 19:25 WIB

WA 1786623301031
Trending di Bandung