
BANDA ACEH – Komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam mendukung pendidikan generasi muda terus diperkuat. Saat berada di Banda Aceh beberapa hari lalu, Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, SH didampingi Asisten 1 Setdakab, Junaidi, S. STP., M.Si menyempatkan diri meninjau langsung kondisi Asrama Pelajar Putra Kabupaten Aceh Singkil di kawasan Belower, Banda Aceh.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas dan lingkungan tempat tinggal para pelajar dan mahasiswa Aceh Singkil yang sedang menempuh pendidikan di ibu kota provinsi.
Bupati Safriadi Oyon menegaskan bahwa keberadaan asrama bukan sekadar tempat tinggal, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Karena itu, kondisi asrama harus terus dibenahi agar para mahasiswa dapat belajar dan beraktivitas dengan lebih nyaman.
*“Tempat tinggal anak-anak kita saat menimba ilmu harus nyaman. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah untuk memberikan dukungan terbaik bagi generasi muda,” ujar Safriadi Oyon.*
Dari hasil peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menyiapkan langkah pembenahan dan rehabilitasi asrama melalui anggaran Tahun 2027.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas yang lebih layak bagi mahasiswa dan pelajar Aceh Singkil di Banda Aceh.
Perhatian terhadap mahasiswa juga tidak terbatas pada fasilitas asrama. Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terus mendorong berbagai bentuk dukungan pendidikan bagi putra-putri daerah yang sedang menempuh pendidikan di dalam dan luar daerah.
Komitmen tersebut berjalan seiring dengan berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam memperkuat sektor pendidikan, termasuk mendorong dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sarana pendidikan dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.
*Perkuat Akses Pendidikan melalui Sekolah Nasional Terintegrasi*
Komitmen tersebut juga diperkuat melalui upaya menghadirkan sarana pendidikan yang lebih terintegrasi di Aceh Singkil.
Pada 9 September 2026, Bupati Safriadi Oyon melakukan audiensi dan koordinasi dengan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas usulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Aceh Singkil.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Kementerian Pendidikan. Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil diminta melakukan pematangan lahan sebagai bagian dari persiapan pembangunan SNT. Lokasi yang dipersiapkan berada di kawasan Makodim 0109/Aceh Singkil.
Bupati menegaskan, Pemkab Aceh Singkil siap menindaklanjuti proses tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat.
*“Alhamdulillah, kami mendapat sambutan baik. Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi untuk Aceh Singkil mendapat respons positif dan akan kami tindak lanjuti,” ujar Bupati.*
Menurut Safriadi, pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memperkuat dukungan terhadap pendidikan, baik melalui pembenahan fasilitas, dukungan bagi mahasiswa maupun pengembangan sarana pendidikan di daerah.
*“Saya tidak akan berhenti memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” tegasnya* .
Langkah pembenahan asrama mahasiswa di Banda Aceh dan persiapan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Aceh Singkil menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik.
Dari tempat tinggal mahasiswa hingga ruang belajar yang lebih terintegrasi, Pemkab Aceh Singkil terus mendorong agar generasi muda memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, berprestasi dan kelak memberikan kontribusi bagi kemajuan Negeri Batuah Aceh Singkil.









