Menu ✖

Mode Gelap
PT Socfindo Kebun Lae Butar Perkuat Sinergi Sosial Melalui Aksi Jum’at Berkah di Aceh Singkil* Bupati Aceh Singkil Ajak SKPK Meninjau Jalannya Kemajuan Pembangunan Di Beberapa Lokasi Yang Sedang Di Kerjakan. Babinsa melaksanakan Komsos dengan Satpam KEGIATAN PATROLI DAN MITIGASI GULBENCAL KORAMIL 02/BEBESEN ‎Pemkab Aceh Singkil Perjuangkan Listrik Desa dan Wilayah 3T Bupati Aceh Singkil Bersama Satgas PRR Tinjau Langsung Penanganan Pascabencana

Headline

Bupati Tegaskan Tak Anti Kritik, Asalkan Konstruktif. Ajak Insan Pers Kawal Bersama Pembangunan Aceh Timur

badge-check

Bupati Tegaskan Tak Anti Kritik, Asalkan Konstruktif. Ajak Insan Pers Kawal Bersama Pembangunan Aceh Timur Perbesar

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si. membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Peran Media dalam Pembangunan Aceh Timur” yang diikuti sekitar 150 insan pers dari berbagai organisasi dan platform media di Hotel Royal Idi, Rabu (29/7/2026).

Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. FGD menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bertukar gagasan antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dengan para wartawan yang selama ini menjadi mitra penyampai informasi kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Al-Farlaky menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jurnalis. Menurutnya, forum tersebut memiliki nilai strategis karena pemerintah dapat mendengar langsung berbagai pandangan, kritik, dan masukan dari insan pers yang setiap hari berada di tengah masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan ini. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengarkan saran dan pendapat teman-teman jurnalis. Banyak hal yang mungkin tidak sempat kami lihat langsung di lapangan, tetapi teman-teman wartawan dapat menjangkaunya hingga ke pelosok. Informasi itu sangat penting sebagai bahan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat,” kata Bupati.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak mungkin berhasil hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Timur membuka ruang seluas-luasnya terhadap kritik yang membangun. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam proses perbaikan tata kelola pemerintahan, selama disampaikan dengan cara yang benar dan disertai solusi.

“Kami tidak pernah menutup ruang kritik. Kritik yang konstruktif justru kami butuhkan. Yang perlu dibedakan adalah kritik dengan fitnah atau caci maki. Kritik yang baik adalah kritik yang memberikan solusi sehingga dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Al-Farlaky mengungkapkan dirinya memahami dunia jurnalistik karena pernah berkarier sebagai wartawan di Harian Serambi Indonesia yang berada di bawah Kompas Gramedia Group. Pengalaman tersebut membuatnya memahami tugas dan tanggung jawab seorang jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga membantah anggapan bahwa pemerintah membeda-bedakan wartawan di Aceh Timur. Ia menegaskan seluruh insan pers dipandang sama sebagai mitra strategis pemerintah.

“Kami tidak pernah memola wartawan. Semua wartawan memiliki kedudukan yang sama. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bukan milik seorang bupati, tetapi milik seluruh masyarakat Aceh Timur. Karena itu mari kita bangun daerah ini secara bersama-sama melalui komunikasi yang terbuka dan saling menguatkan,” tegasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Bupati membuka sesi dialog langsung bersama para wartawan. Berbagai masukan, kritik, dan usulan yang disampaikan peserta FGD didengarkan secara terbuka.

Ia menilai seluruh masukan tersebut merupakan “vitamin” bagi pemerintah dalam menyempurnakan arah pembangunan Aceh Timur selama masa kepemimpinannya.

Bupati berharap forum seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai ruang komunikasi yang sehat antara pemerintah dan media.

“Silakan terus berkreasi sesuai profesi masing-masing. Kami membutuhkan pemikiran, saran, dan kritik yang konstruktif agar arah pembangunan Aceh Timur ke depan semakin baik dan berpihak kepada masyarakat,” pungkas Mantan Jurnalis Harian Serambi Indonesia itu.(**)

 

#Ruang Dialog Bersama Insan Pers Terbuka Lebar

#Kawal bersama Pembangunan Aceh Timur

# Insan Pers

#Pemerintah Aceh Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Peringatan Maulid Nabi, Kapolres Aceh Timur Santuni Anak Yatim di Masjid Babuttaqwa

26 September 2026 - 11:53 WIB

IMG 20260926 WA0066

61.024 KK Penerima Jadup Banjir Aceh Timur Masuk Validasi BPS, Tunggu Pencairan

26 September 2026 - 11:31 WIB

IMG 20260925 WA0302

AMPAS GEMPUR KEJARI: PERIKSA PLT MANTAN KADIS KESEHATAN RULLY SUHADI, USUT TUNTAS TEMUAN Rp348 JUTA!

23 September 2026 - 14:27 WIB

601885

AMPAS Desak Dinas PUPR Aceh Singkil Buka Seluruh Program APBK 2026 ke Publik, APH Diminta Menindaklanjuti Apabila Ditemukan Dugaan Penyimpangan

22 September 2026 - 14:47 WIB

IMG 20260906 WA0018(1)

AMPAS Soroti Anggaran Makan Minum Rapat Dinas Perpustakaan Tembus Rp107 Juta: APBD Jangan Jadi Bancakan Rapat dan Konsumsi

21 September 2026 - 19:49 WIB

599015
Trending di Daerah