Menu ✖

Mode Gelap
Patroli Gabungan Jaga Kelestarian Hutan Desa Kampung Linge Bupati Safriadi Oyon: Budaya Singkil Harus Tetap Hidup, Identitas Daerah Wajib Diwariskan* Letakkan Batu Pertama Masjid At-Taqwa, Bupati Salurkan Rp10 Juta dan Siapkan Bantuan Rp100 Juta pada 2027 Jumat Keliling Polisi Aceh Tengah Ramai di Masjid, Pesan Kamtibmas Disampaikan, Aspirasi Warga Diserap Polri Untuk Masyarakat, Kapolres Aceh Singkil Gelar Jumat Keliling Pererat Silaturahmi Polres Aceh Singkil Gelar Green Policing, Tanam Pohon Matoa Bersama Tokoh Masyarakat

LINTAS GAYO

Mahasiswa PPKPM IAIN Takengon Kelompok 2 Ikuti Prosesi Adat Gayo Beguru di Desa Pantan Nangka

badge-check

Mahasiswa PPKPM IAIN Takengon Kelompok 2 Ikuti Prosesi Adat Gayo Beguru di Desa Pantan Nangka Perbesar

Pantan Nangka, Linge –tumpasaceh.com

Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon yang tergabung dalam Praktik Profesi Keguruan dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPKPM) Kelompok 2 Desa Pantan Nangka mengikuti prosesi Edet Beguru, salah satu tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Gayo. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal yang terus dijaga dan diwariskan secara turun-temurun.

Edet Beguru merupakan bagian penting dalam rangkaian prosesi adat pernikahan masyarakat Gayo. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk pembekalan bagi calon pengantin, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral, tanggung jawab, etika berumah tangga, penghormatan kepada orang tua, serta penguatan hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa adat Gayo tidak sekadar seremonial, melainkan sarana pelestarian nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Prosesi Edet Beguru di Desa Pantan Nangka terdiri atas beberapa rangkaian acara, yaitu Doa, Peusijuek (Tepung Tawar) sebagai simbol doa dan keberkahan, Ejer Muarah-Manat Petenah yang berisi nasihat dan petuah kepada calon pengantin, serta Jeda, yaitu sesi penutup dalam rangkaian Beguru. Setiap daerah di wilayah Gayo memiliki tata cara dan karakteristik pelaksanaan yang berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat. Perbedaan tersebut tidak mengurangi makna maupun tujuan dari Edet Beguru, karena pada hakikatnya seluruh rangkaian bertujuan memberikan bekal kehidupan kepada calon pengantin sekaligus menjaga kelestarian adat Gayo.

Secara keseluruhan, Edet Beguru merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian adat pernikahan masyarakat Gayo yang meliputi:

Telangke Sange, yaitu mengirim utusan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan.
Nginte, yaitu prosesi meminang atau melamar calon mempelai perempuan.
Betelah, yaitu musyawarah untuk menentukan mahar, permintaan dari pihak calon mempelai perempuan, penetapan waktu pelaksanaan, serta kesepakatan lainnya.
Munyerahen Buet, yaitu penyerahan tanggung jawab pelaksanaan adat kepada Sarakopat, unsur pemerintahan adat Gayo yang terdiri atas Reje, Imem, Petue, dan Rayat.
Beguru, yaitu prosesi pemberian nasihat, doa, dan pembekalan kepada calon pengantin sebagai bekal memasuki kehidupan rumah tangga.
Mujule Rempele, yaitu mengantar calon pengantin laki-laki ke kediaman calon pengantin perempuan untuk melaksanakan akad nikah.
Munerime Rempele, yaitu prosesi penyambutan dan penerimaan mempelai oleh pihak keluarga perempuan sesuai dengan ketentuan adat yang berlaku.

Keikutsertaan mahasiswa PPKPM Kelompok 2 dalam prosesi Edet Beguru merupakan bagian dari upaya mengenal, memahami, dan menghargai budaya lokal sebagai bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat serta berkontribusi dalam pelestarian adat dan budaya Gayo sebagai warisan budaya yang memiliki nilai luhur bagi kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Anggaran Makan Minum Bappeda Dipecah 24 Paket, AMPAS Sebut “Akal-Akalan”

18 September 2026 - 13:59 WIB

IMG 20260918 WA0000

*Meriahkan HUT RI ke-81, Pemuda Kampung Pinangan Gelar Aneka Perlombaan*

23 Agustus 2026 - 16:29 WIB

IMG 20260823 160621

Suporter Tak Terbendung untuk Pertandingan (Save Linge) Gemboyah VS (Kupa)kute panang

19 Agustus 2026 - 19:39 WIB

IMG 20260819 192415

Malam Tak Lagi Jadi Celah Kejahatan, Polres Aceh Singkil Gencarkan KRYD dan Razia Kendaraan

26 Juli 2026 - 14:17 WIB

IMG 20260726 WA0004

Ciptakan Rasa Aman dan Keselamatan, Satlantas Polres Aceh Tengah Intensifkan Patroli Cegah Balap Liar, Tertibkan 3 Motor Berknalpot Brong

25 Juli 2026 - 11:33 WIB

IMG 20260725 WA0104
Trending di LINTAS GAYO