ACEH SINGKIL — Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS) melalui Ketua Syahrul Manik mendesak keras Dinas PUPR Aceh Singkil dan pihak rekanan agar segera membuat jalan alternatif yang layak dan aman bagi masyarakat Desa Suka Makmur selama pekerjaan rekonstruksi jembatan berlangsung.
AMPAS menegaskan, pembangunan tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan kepentingan masyarakat. Warga tetap membutuhkan akses untuk bekerja, bersekolah, membawa hasil usaha, maupun mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kami mendukung pembangunan, tetapi jangan tutup mata terhadap penderitaan warga. Jalan alternatif harus dibuat. Jangan masyarakat disuruh menanggung kesulitan karena proyek pemerintah. PUPR dan rekanan harus bertanggung jawab!” tegas Syahrul.
AMPAS juga meminta PUPR memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi, volume, mutu dan ketentuan kontrak, bukan sekadar mengejar pekerjaan selesai.
Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek rekonstruksi Jembatan Suka Makmur bersumber dari DAU Tahun Anggaran 2026, dengan nilai kontrak sekitar Rp243,49 juta dan waktu pelaksanaan 90 hari kalender.
AMPAS menyatakan akan mengawasi pekerjaan ini sampai selesai. Jika ditemukan pekerjaan yang diduga tidak sesuai, AMPAS tidak akan tinggal diam dan akan meminta pihak berwenang melakukan pemeriksaan.
“Uang rakyat harus kembali dalam bentuk pembangunan yang berkualitas. Jangan asal jadi, jangan abaikan warga. Jalan alternatif harus dibuat sekarang, bukan menunggu masyarakat semakin susah!” tegasnya.









