
Lhokseumawe — Himpunan Mahasiswa Aceh Singkil (HIMASIL) melaksanakan kegiatan Temuramah Mahasiswa Baru Aceh Singkil sebagai wadah silaturahmi sekaligus penyambutan mahasiswa baru yang sedang menempuh pendidikan di Kota Lhokseumawe.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah paguyuban mahasiswa daerah, di antaranya Himpunan Mahasiswa Aceh Tengah, mahasiswa Padang Lawas Utara, mahasiswa Minang, mahasiswa Dewantara, serta mahasiswa Subulussalam. Kehadiran berbagai paguyuban tersebut menjadi bagian dari semangat mempererat silaturahmi antarmahasiswa dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Radiansyah, mengajak seluruh mahasiswa baru untuk senantiasa mencintai HIMASIL dan menjadikan himpunan sebagai rumah bersama selama berada di perantauan.
Ia menyampaikan bahwa mahasiswa baru hari ini merupakan generasi yang nantinya akan melanjutkan estafet kepengurusan dan menjadi orang-orang yang berdiri di depan menyambut mahasiswa baru berikutnya.
“Setelah kami, adik-adiklah yang mungkin nantinya akan berdiri di sini untuk menyambut mahasiswa baru berikutnya. Karena itu, mari kita cintai himpunan ini dan terus jaga kekompakan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum HIMASIL, M. Andrian Maliadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin terlalu banyak menyampaikan materi karena sebagian besar pesan telah disampaikan oleh Ketua Panitia. Namun, ia tetap menekankan kepada mahasiswa baru agar memiliki rasa cinta terhadap daerah asal serta senantiasa menjaga nama baik Aceh Singkil.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru untuk tidak melupakan sejarah, budaya, serta nama baik para ulama yang telah memberikan kontribusi besar bagi Aceh Singkil.
Pesan tersebut kemudian diperkuat oleh Pembina HIMASIL, Prof. Ir. Arnawa Hasibuan, S.T., M.T., Ph.D. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh mahasiswa Aceh Singkil untuk bersungguh-sungguh dalam menjalani perkuliahan dan menjaga prestasi akademik.
Beliau secara khusus mengingatkan mahasiswa penerima KIP-K agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan.
“Rajin-rajinlah kuliah, jangan sampai nilai anjlok. Apalagi bagi penerima KIP-K, kesempatan ini harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin,” pesan Prof. Arnawa.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Arnawa juga sedikit menceritakan perjalanan pendidikannya. Beliau pernah menempuh pendidikan sejak kelas 4 SD hingga tamat SMP di Aceh Singkil. Meskipun kemudian melanjutkan perjalanan pendidikan dan karier di luar daerah, kecintaan beliau terhadap Aceh Singkil tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya.
Selain itu, Dr. Anismar, S.Ag., M.Si., turut memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya menjaga diri, membangun komunikasi yang baik, serta menjaga hubungan dengan sesama mahasiswa.
Beliau mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjalani kehidupan perkuliahan dengan pola “kura-kura” (kuliah rapat-kuliah) maupun “kupu-kupu” (kuliah-pulang) semata. Menurutnya, kehidupan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan aktivitas akademik, tetapi juga bagaimana membangun relasi, berorganisasi, berkomunikasi, dan mengambil peran positif di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan Temuramah tersebut, HIMASIL berharap mahasiswa baru Aceh Singkil tidak hanya mampu beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan di Lhokseumawe, tetapi juga tumbuh menjadi mahasiswa yang berprestasi, berorganisasi, memiliki kepedulian terhadap daerah, serta mampu menjaga nama baik Aceh Singkil di mana pun berada.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kedekatan antara mahasiswa baru, senior, alumni, pembina, serta paguyuban mahasiswa lainnya, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kekeluargaan mahasiswa Aceh Singkil di perantauan.









