Linge- tumasaceh.com
Didong Jalu adalah pertunjukan seni tradisional khas suku Gayo (Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues) berupa kompetisi berbalas syair atau pantun antara dua grup,
yang diiringi tepukan tangan (tingkah pumu) dan gerakan tubuh.Dalam konteks pesta perkawinan di PantanNangka Kecamatan Linge Aceh Tengah 21/07/2026.
Didong Jalu berfungsi sebagai hiburan rakyat yang biasanya digelar semalam suntuk, sekaligus menjadi ajang silaturahmi. Pertunjukan ini dimulai malam hari setelah salat Isya dan diisi dengan adu ketangkasan bersyair, teka-teki sosial, hingga nyanyian yang sarat akan petuah kehidupan bagi pasangan pengantin.Secara umum, susunan acara Didong Jalu dalam pesta adat meliputi:Persiapan & Pembukaan: Kedua grup bersiap di arena dan dibuka dengan tabuhan gong serta salam pembuka.Berbalas Syair: Kedua grup saling beradu cepat dan tangkas dalam merangkai kata-kata indah secara spontan untuk menjawab atau membalas syair lawan.
Penutupan Kedua grup akan menyanyikan lagu bersama yang bermakna permintaan maaf dan perdamaian sebagai simbol persaudaraan.Selain Didong Jalu untuk hiburan,
Dalam acara didong Jalu tersebut yang di selenggarakan di pantannangka dusun Binje ratusan penonton menyaksikan lantunan dari kedua gruop yang mana keduanya adalah ceh- ceh ternama di dua kabupaten berhawa sejuk itu,

















