
ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil menegaskan pentingnya penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang unggul. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Pokja Kabupaten dan Bunda PAUD se-Kabupaten Aceh Singkil sekaligus Peluncuran Inovasi Unggulan SEMAI, di Op-Room Kantor Bupati Aceh Singkil, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Pj. Sekda Aceh Singkil H. Edy Widodo, S.K.M., M.Kes., Asisten I Setdakab Junaidi, S.STP., M.Si., Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Syam’un Nst, S.ST., M.Pi., Plt. Kepala DPMK Riky Yodiska, S.STP., M.Si., Bunda PAUD Kabupaten Aceh Singkil Ny. Habibatussania Safriadi Oyon, serta perwakilan kecamatan dan kampung.
Bupati menekankan bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar layanan pendidikan dasar, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus yang berkualitas. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, Bunda PAUD, Pokja, tenaga pendidik, serta pemerintah kecamatan dan kampung agar setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan belajar secara optimal.
*“Anak-anak hari ini adalah pemimpin Aceh Singkil esok hari. Pastikan mereka tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang, memperoleh pendidikan berkualitas, dan memiliki kesempatan berkembang sesuai potensinya,” tegas Bupati.*
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dan tidak memandang pendidikan anak usia dini sebagai hal sepele.
*“Jangan anggap pendidikan anak usia dini sebagai langkah kecil. Dari perhatian dan kerja nyata kita hari ini, sedang kita bangun masa depan Aceh Singkil yang lebih besar,” ujarnya.*
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Aceh Singkil, Ny. Habibatussania Safriadi Oyon, menjelaskan bahwa inovasi SEMAI merupakan singkatan dari Satu Data Anak, Eratkan Lintas Sektor, Mutu Pendidik Naik, Anggaran dan Kebijakan Berpihak, serta Insan PAUD Merata.
SEMAI dirancang sebagai gerakan bersama untuk memperkuat akses, mutu, dan tata kelola layanan PAUD di seluruh wilayah Aceh Singkil, sekaligus mendukung pelaksanaan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.









