NAGAN RAYA — Gangguan pasokan listrik yang disebut berulang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, dikeluhkan petani dan pelaku usaha penggilingan padi. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas pengolahan gabah, terutama saat hujan turun dan proses pengeringan membutuhkan penanganan lebih cepat.
Keluhan tersebut disampaikan sejumlah petani yang menggantungkan proses pascapanen pada keberadaan kilang padi. Pemadaman listrik membuat sejumlah aktivitas pengolahan gabah tidak dapat berjalan secara optimal.

Rustam, warga Kecamatan Seunagan Timur, kepada media ini, Senin (14/9/2026), mengatakan gangguan listrik menjadi salah satu kendala yang dirasakan petani dalam mengolah hasil panen.
“Gara-gara listrik sering padam, padi kami menjadi terkendala untuk diproses di kilang. Kondisinya semakin sulit ketika hujan, karena padi membutuhkan penanganan dan pengeringan agar kualitasnya tetap terjaga,” ujar Rustam.
Pengolahan Gabah Terganggu
Menurut Rustam, persoalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha penggilingan padi.
Gabah hasil panen membutuhkan proses penanganan dan pengeringan yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga. Ketika aktivitas kilang terhenti akibat pemadaman listrik, proses tersebut berpotensi mengalami keterlambatan.
“Kita berharap ada solusi agar persoalan ini tidak terus berulang. Kalau listrik sering padam, bukan hanya rumah tangga yang terganggu, tetapi aktivitas petani dan kilang padi juga ikut terkena dampaknya,” katanya.
Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi kelistrikan di wilayah pedesaan, mengingat listrik merupakan salah satu infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Kilang Padi Ikut Terdampak
Keluhan mengenai gangguan listrik tersebut juga dibenarkan Humas Direktur CV Kilang Padi Riski Perkasa, Mursalin.
Menurutnya, aktivitas penggilingan dan pengolahan gabah di kilang sangat bergantung pada ketersediaan listrik. Pemadaman dapat menyebabkan sejumlah pekerjaan harus tertunda.
“Selama sering terjadi pemadaman listrik, banyak pekerjaan kami yang mengalami kendala. Aktivitas di kilang tentu sangat bergantung pada ketersediaan listrik,” ujar Mursalin.
Ia menilai kestabilan pasokan listrik penting untuk menunjang kelancaran pengolahan hasil pertanian. Menurutnya, gangguan yang berlangsung berulang dapat memberikan dampak terhadap aktivitas petani maupun pelaku usaha penggilingan padi.
Petani Minta Kepastian Penanganan
Petani berharap persoalan gangguan listrik di sejumlah wilayah Nagan Raya tidak berhenti pada keluhan masyarakat, tetapi dapat segera mendapatkan solusi dan penanganan yang jelas.
Kepastian pasokan listrik dinilai penting karena sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi di lahan, tetapi juga mencakup proses pascapanen, termasuk pengeringan, penggilingan, hingga distribusi hasil pertanian.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting ketika musim hujan, karena keterlambatan dalam penanganan gabah dapat meningkatkan risiko penurunan kualitas hasil panen.
Dengan demikian, masyarakat berharap pihak terkait dapat memastikan keandalan pasokan listrik, khususnya di wilayah yang aktivitas ekonominya bergantung pada pengolahan hasil pertanian.
PLN Belum Berikan Keterangan
Sebelum berita ini diterbitkan, media ini telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak PLN terkait keluhan pemadaman listrik yang disampaikan masyarakat dan pelaku usaha kilang padi di Nagan Raya.
Namun, hingga berita ini disiarkan, pihak PLN belum berhasil dikonfirmasi.
Media ini tetap membuka ruang bagi PLN untuk memberikan klarifikasi mengenai penyebab gangguan listrik, wilayah yang terdampak, serta langkah penanganan yang dilakukan.









