Menu ✖

Mode Gelap
Letakkan Batu Pertama Masjid At-Taqwa, Bupati Salurkan Rp10 Juta dan Siapkan Bantuan Rp100 Juta pada 2027 Jumat Keliling Polisi Aceh Tengah Ramai di Masjid, Pesan Kamtibmas Disampaikan, Aspirasi Warga Diserap Polri Untuk Masyarakat, Kapolres Aceh Singkil Gelar Jumat Keliling Pererat Silaturahmi Polres Aceh Singkil Gelar Green Policing, Tanam Pohon Matoa Bersama Tokoh Masyarakat *Polri Bersama Masyarakat, Polres Aceh Singkil Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap* Danramil 02/Bebesen Turun Langsung Pembagian Masker Kepada Warga Di Simpang Empat Bebesen

NASIONAL

*TEUNGKU RAJU, ANAK 17 TAHUN YANG DITAHAN USAI KERUSUHAN MEI 1998 DI ACEH*

badge-check

Screenshot 20260816 110218

*BANDA ACEH* – Nama Teungku Raju mungkin tidak setenar tokoh-tokoh nasional. Tapi bagi sebagian orang Aceh, namanya lekat dengan kenangan kelam Mei 1998. Saat itu, ia masih duduk di bangku SMA. Usianya baru 17 tahun.

Foto lamanya kembali viral: seorang remaja dengan seragam putih-hitam, dasi rapi, dan ikat kepala merah bertuliskan “REFERENDUM”. Di bawah fotonya tertulis headline “Teungku Raju usia 17 tahun ditahan karena dianggap menjadi dalang kerusuhan 1998 mei di aceh.”

Mei 1998 adalah bulan yang mengguncang Indonesia. Di Jakarta, Soeharto tumbang. Di daerah, gelombang reformasi juga terasa. Di Aceh, mahasiswa dan pelajar turun ke jalan. Mereka menuntut keadilan, demokrasi, dan referendum.

Dalam situasi panas itu, aparat keamanan menangkap sejumlah orang yang dianggap provokator. Salah satunya Teungku Raju. Dengan usia yang masih belia, ia harus mendekam karena dituduh menjadi dalang kerusuhan.

Ikat kepala “REFERENDUM” yang ia pakai saat itu menjadi simbol. Simbol keberanian anak muda yang berani bersuara di tengah tekanan.

Kini, 28 tahun berlalu. Kisah Teungku Raju mengingatkan kita: sejarah Aceh tidak bisa dipisahkan dari suara anak muda. Mereka turun ke jalan bukan karena anarkis, tapi karena ingin didengar.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting. Bahwa perbedaan pendapat harus dijawab dengan dialog, bukan represi. Bahwa usia muda bukan alasan untuk membungkam.

_”Sejarah adalah guru terbaik. Jangan lupakan, agar kita tidak mengulanginya.”_

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Letakkan Batu Pertama Masjid At-Taqwa, Bupati Salurkan Rp10 Juta dan Siapkan Bantuan Rp100 Juta pada 2027

16 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Jumat Keliling Polisi Aceh Tengah Ramai di Masjid, Pesan Kamtibmas Disampaikan, Aspirasi Warga Diserap

16 Oktober 2026 - 18:03 WIB

IMG 20261016 WA0095

Polri Untuk Masyarakat, Kapolres Aceh Singkil Gelar Jumat Keliling Pererat Silaturahmi

16 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Polres Aceh Singkil Gelar Green Policing, Tanam Pohon Matoa Bersama Tokoh Masyarakat

16 Oktober 2026 - 12:08 WIB

*Polri Bersama Masyarakat, Polres Aceh Singkil Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap*

16 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Trending di NASIONAL