
*ACEH SINGKIL – Pengabdian boleh berakhir, tetapi manfaatnya diharapkan terus tumbuh. Pesan itulah yang mengemuka dalam Gelar Apresiasi dan Perpisahan Pengabdian Kader Mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 27 Aceh Singkil, Kamis (22/10/2026).

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Singkil, *H. Edy Widodo, SKM. http://M.Kes* hadir mewakili *Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, S.H.,* yang berhalangan hadir. Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kadet yang telah mendampingi anak-anak Sekolah Rakyat selama menjalankan masa pengabdian di daerah itu.
Bagi pemerintah daerah, kehadiran para kadet bukan semata-mata tentang berbagi pengetahuan di ruang belajar. Mereka juga membawa keteladanan, menumbuhkan semangat, dan membantu anak-anak membangun keyakinan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Dalam sambutan Bupati yang disampaikan pada kegiatan tersebut, pendidikan ditempatkan sebagai investasi penting bagi masa depan generasi muda. Pendidikan, menurut pesan dalam sambutan itu, bukan sekadar memberikan pengetahuan, melainkan juga membuka jalan bagi anak-anak untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.
> “Pendidikan bukan sekadar mengisi pikiran dengan pengetahuan, melainkan menyalakan cahaya di dalam hati dan membuka jalan menuju masa depan,” demikian pesan sambutan Bupati Aceh Singkil.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti dari apresiasi pemerintah daerah kepada para kadet Unhan RI. Pengetahuan yang dibagikan dan teladan yang ditunjukkan diharapkan tidak berhenti ketika masa pengabdian selesai, tetapi terus menjadi bekal bagi anak-anak Sekolah Rakyat dalam perjalanan pendidikan mereka.
Kepada para siswa, Bupati melalui sambutannya berpesan agar tidak merasa rendah diri karena keadaan dan tidak menyerah karena keterbatasan. Masa depan, menurut pesan tersebut, tidak hanya ditentukan oleh dari mana seseorang memulai, tetapi juga oleh ketekunan belajar, kekuatan berusaha, kedisiplinan, dan keberanian untuk bermimpi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memandang pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, upaya memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi diri memerlukan dukungan serta kolaborasi berbagai pihak.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga berharap hubungan baik dan semangat pengabdian antara Kabupaten Aceh Singkil dan keluarga besar Unhan RI dapat terus terjalin. Pengalaman para kadet selama berada di Aceh Singkil diharapkan menjadi bekal berharga untuk membentuk pribadi yang berilmu, berintegritas, berjiwa nasionalis, dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Singkil, H. Amaliun, dan anggota DPRK Taufik, http://A.Md. Dandim 0109/Aceh Singkil diwakili oleh Kasdim, Kapolres Aceh Singkil diwakili Kapolsek Suro, serta Kepala Kejaksaan Negeri Singkil juga diwakili. Hadir pula Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil, perwakilan Camat Suro Makmur, unsur Muspika, mukim, para kepala desa, serta Dr. Heriyanto Manihuruk, http://Sp.OT., Letkol CKM, selaku perwira pendamping Kadet Unhan RI.
Bagi anak-anak Sekolah Rakyat, perpisahan ini menandai berakhirnya satu masa kebersamaan. Namun, harapan yang telah ditanamkan tetap perlu dirawat melalui semangat belajar, disiplin, doa, dan kerja keras.
Sebab, sebagaimana pesan dalam sambutan Bupati Aceh Singkil, perubahan besar tidak selalu bermula dari langkah yang besar. Terkadang, perubahan justru dimulai dari ruang belajar sederhana, pengabdian yang tulus, dan seorang anak yang kembali percaya pada mimpinya.
*Sumber: Diskominfo Kabupaten Aceh Singkil*









